8 Jenis Atap Paling Awet Cocok untuk Semua Jenis Bangunan

Daftar Isi

8 Jenis Atap Paling Awet Cocok untuk Semua Jenis Bangunan

Atap adalah investasi jangka panjang yang melindungi seluruh isi rumah Anda. Pemilihan material atap yang tepat menentukan kenyamanan dan keamanan bangunan. Namun, banyak pemilik rumah kebingungan memilih di antara berbagai pilihan material. Akibatnya, investasi atap tidak optimal dan memerlukan penggantian cepat.

Mengetahui jenis atap paling awet membantu Anda membuat keputusan investasi tepat. Selain itu, atap berkualitas menghemat biaya perawatan dan penggantian jangka panjang. Artikel kali ini akan membahas 8 jenis atap paling tahan lama untuk berbagai kebutuhan.

Jenis Atap Paling Awet Banyak Dipilih untuk Segala Bangunan1. Jenis Atap Paling Awet Banyak Dipilih untuk Segala Bangunan

1. Atap Beton atau Genteng Beton

Genteng beton adalah salah satu jenis atap paling awet di Indonesia. Kemudian, material ini mampu bertahan hingga 50 tahun dengan perawatan minimal. Selanjutnya, ketahanan terhadap cuaca ekstrem sangat baik dan terbukti andal. Selain itu, genteng beton tidak mudah retak atau pecah akibat benturan.

2. Atap Metal atau Baja Ringan

Atap metal galvanis memiliki daya tahan hingga 30-40 tahun. Kemudian, lapisan anti-karat melindungi material dari korosi dan oksidasi. Selanjutnya, bobot yang ringan mengurangi beban struktur rangka atap. Oleh karena itu, atap metal cocok untuk berbagai jenis bangunan modern.

3. Atap Genteng Keramik Glazur

Genteng keramik dengan lapisan glazur sangat tahan terhadap cuaca. Kemudian, material ini tidak mudah menyerap air dan lumut. Selanjutnya, warna genteng keramik tidak pudar meskipun puluhan tahun terpapar matahari. Selain itu, estetika genteng keramik memberikan kesan klasik dan elegan.

4. Atap Fiber Cement atau Semen Fiber

Atap fiber cement memiliki kombinasi kekuatan semen dan serat material. Kemudian, ketahanan terhadap api membuat material ini sangat aman. Selanjutnya, tidak mudah lapuk atau dimakan rayap seperti atap kayu. Oleh karena itu, atap fiber cement cocok untuk daerah tropis Indonesia.

5. Atap Aspal Bitumen atau Shingle

Atap aspal bitumen populer karena fleksibilitasnya pada berbagai bentuk atap. Kemudian, material ini tahan terhadap perubahan suhu ekstrem. Selanjutnya, pemasangan relatif mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Selain itu, harga yang terjangkau menjadikannya pilihan ekonomis.

6. Atap Kliplok Standing Seam

Atap kliplok merupakan evolusi terbaru dari atap metal konvensional. Kemudian, sistem penguncian tanpa baut mencegah kebocoran secara maksimal. Selanjutnya, pemasangan lebih cepat dan hasilnya lebih rapi estetis. Oleh karena itu, atap kliplok sangat cocok untuk bangunan komersial modern.

7. Atap Spandek Galvalum

Spandek galvalum menggunakan kombinasi aluminium dan zinc sebagai pelindung. Kemudian, ketahanan terhadap korosi jauh lebih baik dari galvanis biasa. Selanjutnya, refleksi panas matahari mengurangi suhu ruangan di bawahnya. Selain itu, bobot ringan memudahkan proses transportasi dan instalasi.

8. Atap Sandwich Panel Insulasi

Atap sandwich panel memiliki lapisan insulasi di tengahnya. Kemudian, insulasi ini menjaga suhu ruangan tetap stabil dan nyaman. Selanjutnya, material ini tahan api dan tidak mudah terbakar. Oleh karena itu, atap sandwich panel ideal untuk gudang dan pabrik.

Tips Memilih Jenis Atap Paling Awet Sesuai Kebutuhan

2. Tips Memilih Atap Awet

1. Sesuaikan dengan Budget dan Prioritas

Tentukan anggaran maksimal yang tersedia untuk pembelian atap terlebih dahulu. Kemudian, alokasikan dana lebih besar untuk material berkualitas tinggi. Selanjutnya, hitung total biaya termasuk pemasangan dan aksesoris pendukung. Oleh karena itu, jangan hanya terpaku pada harga murah semata.

2. Pertimbangkan Kondisi Iklim Setempat

Daerah pantai memerlukan atap dengan ketahanan korosi tinggi. Kemudian, wilayah pegunungan butuh atap tahan terhadap angin kencang. Selanjutnya, daerah tropis memerlukan atap dengan refleksi panas baik. Selain itu, curah hujan tinggi membutuhkan atap anti-bocor maksimal. Dengan demikian, pilih material yang sesuai dengan karakteristik iklim lokal.

3. Perhatikan Bobot dan Struktur Bangunan

Struktur rangka atap harus mampu menopang bobot material pilihan. Kemudian, genteng beton memerlukan rangka lebih kuat dibanding metal. Selanjutnya, konsultasikan dengan ahli struktur untuk memastikan keamanan. Oleh karena itu, jangan memaksakan material berat pada struktur lemah.

4. Evaluasi Kemudahan Perawatan dan Perbaikan

Material atap yang mudah dirawat menghemat waktu dan biaya pemeliharaan. Kemudian, cek ketersediaan suku cadang dan layanan perbaikan di daerah. Selanjutnya, pilih material yang tidak memerlukan perawatan intensif tahunan. Selain itu, pertimbangkan kemudahan akses untuk pembersihan rutin.

Rekomendasi Atap Spandek Grand Luxe Bahan Berkualitas3. Rekomendasi Atap Spandek Grand Luxe Bahan Berkualitas

Rekomendasi atap berkualitas kokoh namun ringan ialah atap plastik Spandek Grand Luxe. Atap Grand Luxe terbuat dari material unggul, sehingga memiliki daya tahan yang tinggi. Dijamin tahan dalam segala kondisi cuaca apapun, baik panas, hujan, maupun angin kencang.

Dilengkapi juga dengan lapisan anti UV yang membuat bangunan lebih sejuk dan tahan lama meskipun terpapar sinar matahari yang intens.

Atap Grand luxe memiliki ketebalan hingga 1 mm, yang artinya atap ini dijamin kokoh dan cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan dari hunian hingga insutri.

Atap Grand Luxe juga di desain ringan namun tetap kokoh. Bobot yang ringan ini dapat memudahkan proses pemasangan sehingga tidak membutuhkan pengerjaan yang terlalu lama dan biaya tukang dapat ditekan. Selain itu, bobot ringan ini membuat struktur atap yang kompleks.

Produk Grand Luxe dengan berbagai tipenya bisa dipesan di marketplace; Shopee & Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk IKN melalui cabang Balikpapan. Jika butuh informasi terkait produk bisa menghubungi WhatsApp berikut.

Kesimpulan

Memilih jenis atap paling awet memerlukan pertimbangan matang berbagai faktor penting. Setiap jenis atap memiliki karakteristik unik yang cocok untuk kebutuhan berbeda. Selain itu, atap berkualitas menghemat biaya perawatan jangka panjang. Oleh karena itu, jangan hanya fokus pada harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas.

Scroll to Top