Pernahkah Anda melihat rumah beratap bertingkat, lalu penasaran berapa biayanya? Atap bergaya Prancis ini memang tampil mewah, tetapi harga atap mansard cenderung lebih tinggi. Karena itu, Anda perlu memahami komponen biayanya sebelum membangun. Selain itu, material penutup atap menentukan sebagian besar anggaran. Artikel ini membahas kisaran biaya tiap material dengan bahasa sederhana, sehingga Anda bisa menyusun anggaran lebih tepat.
Atap Mansard: Karakteristik dan Kelebihannya

Sebelum membahas biaya, Anda perlu mengenal bentuk atap ini lebih dulu. Sebab, karakter atapnya memengaruhi harga atap mansard secara keseluruhan.
1. Memiliki Dua Kemiringan pada Setiap Sisi
Lereng bawah atap ini curam, sedangkan lereng atasnya landai. Karena itu, tampilan rumah terlihat bertingkat. Selain itu, bentuknya mirip perpaduan atap perisai dan gambrel.
2. Menambah Ruang Loteng yang Lega
Lereng bawah yang curam membuat tembok loteng hampir tegak. Akibatnya, ruangan terasa lebih luas dan tinggi. Jadi, Anda bisa mengubah loteng menjadi kamar atau ruang kerja.
3. Memasukkan Cahaya Alami lewat Jendela Dormer
Banyak atap mansard memakai jendela dormer, sebab jendela ini memasukkan cahaya alami. Hasilnya, ruangan terasa lebih segar dan tidak pengap. Selain itu, bentuk jendela kecil ini menambah kesan estetis.
4. Memberi Kesan Mewah dan Klasik
Arsitek Prancis mempopulerkan gaya ini sejak abad ke-17, sehingga kesan klasiknya kuat. Selain itu, rumah beratap mansard tampil elegan dan berbeda. Bahkan, kesan tersebut bisa menaikkan nilai properti.
5. Menambah Lantai Hunian dengan Tinggi Bangunan Lebih Rendah
Atap ini menyediakan ruang hunian di bawah lereng, tetapi tinggi bangunan tetap rendah. Karena itu, rumah baru terlihat proporsional. Namun, struktur rumitnya membuat harga atap mansard lebih tinggi.
Jenis Penutup Atap yang Biasanya Digunakan untuk Atap Mansard

Setelah mengenal bentuknya, Anda perlu memilih penutup atap yang cocok. Sebab, setiap material punya bobot dan umur berbeda, sehingga harga atap mansard ikut berubah.
1. Genteng Beton
Genteng beton kuat menghadapi hujan dan angin, sehingga banyak orang memilihnya. Namun, bobotnya berat dan menuntut rangka atap yang kokoh. Selain itu, harganya lebih murah daripada genteng metal.
2. Genteng Keramik
Genteng keramik memberi tampilan klasik, jadi serasi dengan gaya Prancis. Namun, bobotnya berat, sehingga Anda perlu rangka yang kuat. Karena itu, hitung beban atap bersama tukang sebelum membeli.
3. Genteng Metal Pasir
Genteng metal pasir ringan, sehingga rangka baja ringan sudah cukup menopangnya. Selain itu, permukaan berpasirnya meredam suara hujan. Namun, lapisan warnanya bisa memudar jika Anda jarang merawatnya.
4. Spandek Galvalum
Spandek galvalum berbentuk lembaran panjang, sehingga pemasangannya cepat. Selain itu, versi berpasir meredam bising hujan di ruang loteng. Namun, tukang harus memotong lembaran dengan rapi pada pertemuan lereng.
5. Atap UPVC
Atap UPVC ringan dan tahan karat, sehingga cocok untuk daerah lembap. Selain itu, harganya relatif terjangkau. Namun, pilih merek terpercaya agar warna dan kekuatannya awet.
Baca Juga: Rekomendasi Atap Pelana untuk Rumah Modern
Perkiraan Harga Atap Mansard Berdasarkan Material

Berikut kisaran harga material tahun 2026, sehingga Anda bisa menghitung anggaran pembangunan dengan mudah. Namun, harga atap mansard di lapangan biasanya lebih tinggi karena bentuknya rumit.
1. Genteng Beton
Sebagai patokan, genteng beton berkisar Rp80.000 hingga Rp150.000 per meter persegi. Selain itu, rangka yang kuat akan menambah total biaya. Jadi, sisihkan dana cadangan untuk struktur atap.
2. Genteng Keramik
Sebagai gambaran, genteng keramik berada di sekitar Rp140.000 per meter persegi. Namun, merek dan model memengaruhi harga akhir. Oleh karena itu, minta penawaran dari beberapa toko.
3. Genteng Metal
Umumnya, penutup atap metal berharga sekitar Rp110.000 per meter persegi. Namun, ketebalan dan merek bisa mengubah angka ini. Selain itu, pemasangan yang cepat menghemat ongkos tukang.
4. Spandek Galvalum
Sebagai contoh, spandek galvalum 0,30 mm sepanjang 5 meter berharga Rp225.000 hingga Rp235.000 per lembar di Jawa Timur. Selain itu, plat yang lebih tebal berharga lebih mahal. Karena itu, atap rumah utama sebaiknya memakai ketebalan minimal 0,35 mm.
5. Atap UPVC
Sebagai perbandingan, atap UPVC berkisar Rp65.000 hingga Rp105.000 per meter lari (per meter panjang lembaran). Namun, harga ini berbeda tiap merek. Jadi, cek ketebalan lembaran sebelum membeli.
6. Rangka Baja Ringan dan Tenaga Kerja
Pertama, rangka baja ringan berharga Rp150.000 hingga Rp350.000 per meter persegi. Selain itu, ongkos tukang berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per meter persegi. Sebab bentuk mansard rumit, kebutuhan material dan tenaga kerja biasanya lebih banyak.
7. Contoh Perhitungan Biaya Pembangunan Atap
Sebagai contoh, atap seluas 100 meter persegi memakai metal Rp110.000, rangka Rp150.000, dan tukang Rp100.000 per meter persegi. Jadi, total batas bawahnya sekitar Rp36.000.000, belum termasuk aksesori. Namun, hitung luas semua bidang miring, bukan luas lantai, agar harga atap mansard tidak meleset.
Produk atap plastik Grand Luxe dengan berbagai tipenya bisa dipesan di marketplace; Shopee & Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk IKN melalui cabang Balikpapan. Jika butuh informasi terkait produk bisa menghubungi WhatsApp berikut:
Kesimpulan
Pada akhirnya, harga atap mansard bergantung pada material, rangka, dan ongkos tukang. Sebagai gambaran umum, genteng beton, keramik, dan metal berkisar Rp80.000 hingga Rp150.000 per meter persegi. Namun, bentuk mansard yang rumit membuat biaya akhir lebih tinggi. Meski begitu, harga di atas hanya estimasi dan berubah sesuai kota, merek, serta waktu pembelian. Oleh karena itu, minta rincian biaya tertulis dari beberapa kontraktor. Selain itu, pilih tukang berpengalaman agar atap tidak bocor. Dengan begitu, Anda bisa menyusun anggaran dengan lebih tenang.





