Bagaimana Pilih Atap Pelana – Atap pelana banyak digunakan karena bentuknya sederhana dan cocok untuk berbagai desain rumah. Selain itu, bentuk dua bidang miring membantu mengalirkan air hujan menuju sisi bangunan. Namun, pemilihan atap tidak cukup berdasarkan bentuknya saja.
Kemiringan, material, rangka, ukuran bangunan, dan kondisi cuaca perlu ikut diperhatikan. Karena itu, memahami bagaimana pilih atap pelana dapat membantu menghindari kesalahan saat membangun rumah. Dengan pemilihan tepat, atap bisa memberikan perlindungan sekaligus menunjang tampilan hunian. Yuk simak selengkapnya!
Cara Memilih Atap Pelana yang Tepat

Pemilihan atap pelana sebaiknya dimulai dari kebutuhan bangunan, bukan sekadar tampilan. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Kemiringan Atap
Kemiringan atap memengaruhi aliran air hujan dan penggunaan material penutup. Karena itu, sudut kemiringan harus mengikuti spesifikasi material yang dipilih. Pedoman PUPR juga menyebutkan bahwa kemiringan perlu menyesuaikan jenis penutup atap. Untuk Grand Luxe, produsen mencantumkan kemiringan minimum 15 derajat. Namun, kondisi rangka dan desain bangunan tetap perlu diperhitungkan.
2. Sesuaikan Material dengan Kondisi Rumah
Material atap menentukan kenyamanan, bobot, perawatan, dan ketahanannya terhadap lingkungan. Selain itu, kebutuhan rumah berbeda dengan kebutuhan gudang atau area industri. Pilihan dapat mencakup genteng, metal, beton, maupun UPVC. Karena itu, material sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan bangunan dan kondisi lingkungan.
3. Perhatikan Kekuatan Rangka Atap
Penutup atap harus ditopang rangka yang sesuai dengan beban dan bentang bangunan. Selain itu, jarak rangka perlu mengikuti kebutuhan material penutup atap. Penelitian PUPR menunjukkan bahwa desain rangka memengaruhi kapasitas struktur atap. Terutama, perubahan material penutup tidak boleh dilakukan tanpa mengecek kemampuan rangka.
4. Pertimbangkan Kondisi Cuaca
Rumah di daerah panas membutuhkan perlindungan terhadap radiasi matahari. Sementara itu, daerah dengan curah hujan tinggi membutuhkan sistem pembuangan air yang baik. Selain itu, lingkungan pesisir membutuhkan material yang mampu menghadapi udara lembap dan korosif. Dengan begitu, pemilihan material dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.
5. Hitung Ukuran dan Kebutuhan Material
Ukuran atap perlu dihitung berdasarkan panjang, lebar, kemiringan, dan overstek. Selain itu, kebutuhan lembaran perlu memperhitungkan overlap dan potongan. Perhitungan tersebut membantu mengurangi sisa material saat pemasangan. Karena itu, pengukuran sebaiknya dilakukan sebelum membeli penutup atap.
Kelebihan dan Kekurangan Atap Pelana

Atap pelana memiliki bentuk sederhana dengan dua bidang miring yang bertemu pada bagian puncak. Karena konstruksinya tidak terlalu rumit, model ini banyak digunakan pada rumah tinggal, gudang, hingga bangunan komersial. Selain tampilannya fleksibel, bentuk tersebut juga memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya praktis digunakan.
1. Konstruksi Lebih Sederhana
Atap pelana hanya memiliki dua bidang utama yang saling berhadapan. Karena itu, struktur atapnya relatif lebih sederhana dibandingkan model yang memiliki banyak pertemuan bidang. Proses pemasangan juga dapat menjadi lebih praktis ketika ukuran dan rangka sudah diperhitungkan dengan tepat.
2. Air Hujan Lebih Mudah Mengalir
Kemiringan pada kedua sisi atap membantu air hujan mengalir menuju bagian tepi bangunan. Selain itu, air dapat diarahkan ke talang agar tidak langsung membasahi dinding. Dengan kemiringan yang sesuai, sistem pembuangan air juga dapat bekerja lebih optimal.
3. Cocok untuk Berbagai Desain Rumah
Bentuk atap pelana terlihat sederhana sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep hunian. Selain itu, model ini dapat digunakan pada rumah minimalis, modern, maupun desain yang lebih tradisional. Pemilihan warna dan material penutup juga dapat memberikan karakter berbeda pada tampilan rumah.
4. Perawatan Relatif Lebih Mudah
Atap pelana memiliki bidang yang cukup sederhana sehingga pemeriksaan permukaannya lebih mudah dilakukan. Karena itu, pemilik rumah dapat lebih cepat menemukan masalah seperti kebocoran atau kerusakan penutup atap. Pembersihan talang juga dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga aliran air tetap lancar.
5. Bagian Gunungan Lebih Terpapar Cuaca
Di sisi lain, bentuk atap pelana membuat bagian dinding gunungan menerima paparan hujan dan sinar matahari lebih besar. Karena itu, area tersebut membutuhkan perlindungan dan finishing yang sesuai. Pemilihan material dinding serta sistem pelindung air perlu diperhatikan sejak awal.
6. Perlu Memperhatikan Kondisi Angin
Atap pelana juga memiliki bidang yang cukup luas untuk menerima tekanan angin. Terutama pada wilayah dengan angin kencang, sambungan rangka dan penutup atap perlu dibuat dengan tepat. Dengan begitu, konstruksi dapat bekerja sesuai perencanaan dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.
7. Kemiringan Tidak Boleh Asal Ditentukan
Kemiringan atap harus disesuaikan dengan material penutup yang digunakan. Selain itu, sudut atap juga perlu mempertimbangkan curah hujan dan desain bangunan. Karena itu, pemilik rumah sebaiknya mengikuti spesifikasi material serta perhitungan teknis sebelum melakukan pemasangan.
UPVC Grand Luxe Cocok untuk Rumah dengan Model Atap Pelana

UPVC Grand Luxe dapat menjadi salah satu pilihan penutup untuk rumah dengan model atap pelana. Selain itu, struktur double layer dirancang untuk membantu mengurangi panas dan suara hujan. Grand Luxe memiliki ketebalan 10 mm dengan pilihan lebar efektif sekitar 84 cm dan 106 cm. Sementara itu, panjang produk tersedia dari 3 hingga 12 meter pada halaman produknya.
Material ini juga dilengkapi perlindungan UV dan diklaim tahan terhadap korosi. Karena itu, material tersebut dapat dipertimbangkan untuk rumah yang membutuhkan penutup ringan dan nyaman. Selain itu, Grand Luxe menyediakan sistem pemasangan interlock untuk membantu mempertemukan lembaran atap. Produsen juga mencantumkan garansi 15 tahun dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Bagi rumah dengan atap pelana, panjang lembaran juga dapat menjadi pertimbangan penting. Dengan pilihan panjang hingga 12 meter, sambungan memanjang dapat diminimalkan pada desain tertentu. Namun, kecocokan produk tetap perlu disesuaikan dengan desain rangka dan kondisi bangunan. Karena itu, konsultasi ukuran dan pemasangan sebaiknya dilakukan sebelum pembelian.
Baca Juga: Apakah Atap Trapesium Tahan Lama
Produk atap Grand Luxe dengan berbagai tipe juga bisa dipesan di marketplace; Shopee & Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk IKN melalui cabang Balikpapan. Jika butuh informasi terkait produk bisa menghubungi WhatsApp berikut.
Kesimpulan
Cara memilih atap pelana perlu mempertimbangkan kemiringan, material, rangka, cuaca, ukuran, dan kebutuhan bangunan. Dengan begitu, UPVC Grand Luxe dapat menjadi salah satu pilihan penutup untuk rumah beratap pelana yang mengutamakan kenyamanan.




