Bagaimana Gording Bekerja — Gording (atau sering disebut purlin) adalah balok kayu atau besi yang diletakkan di atas kaki kuda-kuda. Gording berfungsi sebagai tempat bertumpunya usuk (kaso) atau langsung sebagai penopang material penutup atap seperti seng atau spandek.
Tanpa gording yang tepat, atap bisa ambruk dan membahayakan penghuni rumah. Selain itu, pemilihan gording berkualitas akan menjamin keamanan jangka panjang bangunan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang fungsi dan cara kerja gording.
1. Apa Itu Gording Atap?
Definisi Gording dalam Konstruksi
Gording adalah balok horizontal yang dipasang di atas kuda-kuda atau rangka atap. Fungsi utamanya adalah menopang penutup atap seperti genteng atau metal. Selain itu, gording mendistribusikan beban atap secara merata ke struktur utama bangunan. Dengan demikian, atap tidak mudah ambruk meski terkena beban berat.
Material Gording yang Umum Digunakan
Gording umumnya terbuat dari kayu, baja ringan, atau beton bertulang kokoh. Kayu masih populer di Indonesia karena mudah didapat dan harganya terjangkau. Namun, baja ringan kini semakin diminati karena lebih awet dan anti-rayap. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan jenis atap digunakan.
Posisi Gording pada Struktur Atap
Gording dipasang secara horizontal melintang di atas kuda-kuda rangka atap utama. Jarak antar gording biasanya berkisar 80-120 cm tergantung jenis penutup atap. Selanjutnya, gording dipasang sejajar satu sama lain untuk distribusi beban merata.
Jenis-Jenis Gording Berdasarkan Bentuk
Gording memiliki beberapa bentuk seperti balok persegi, I-beam, atau C-channel modern. Bentuk I-beam dan C-channel lebih kuat menahan beban dibanding balok biasa. Selain itu, bentuk ini juga lebih ringan sehingga tidak membebani struktur utama. Oleh karena itu, gording baja ringan sering menggunakan profil C atau Z.
Perbedaan Gording dengan Kuda-Kuda
Kuda-kuda adalah struktur segitiga utama yang menopang kerangka atap secara vertikal. Sementara itu, gording adalah balok horizontal yang menghubungkan antar kuda-kuda tersebut.
2. Bagaimana Gording Atap Bekerja Menopang Beban?
Prinsip Distribusi Beban Vertikal
Bagaimana gording bekerja dimulai dari menerima beban vertikal dari penutup atap. Beban ini termasuk berat genteng, atap metal, atau uPVC yang terpasang. Selanjutnya, gording mendistribusikan beban tersebut secara merata ke kuda-kuda di bawahnya. Dengan demikian, tidak ada satu titik yang menanggung beban terlalu berat.
Sistem Transfer Beban ke Kuda-Kuda
Setelah menerima beban dari atap, bagaimana gording bekerja dimulai dari mentransfernya ke titik-titik kuda-kuda. Transfer beban ini terjadi melalui sambungan atau ikatan antara gording dengan kuda-kuda. Selain itu, sistem ini memastikan beban terbagi rata ke seluruh struktur bangunan. Oleh karena itu, fondasi rumah tidak mengalami tekanan berlebih di satu area.
Ketahanan Terhadap Beban Angin
Gording juga berfungsi menahan tekanan angin yang menghantam atap dari samping. Angin kencang dapat mengangkat atau mendorong atap jika tidak ada penahan kuat. Selanjutnya, gording yang terpasang kuat mencegah atap terlepas saat badai atau angin topan.
Menahan Beban Hujan dan Salju
Hujan deras atau salju (di daerah dingin) menambah beban signifikan pada atap. Gording harus cukup kuat menahan beban tambahan ini tanpa melengkung atau patah. Selain itu, material gording berkualitas tidak akan merosot meski terkena air terus-menerus. Oleh karena itu, perhitungan kekuatan gording sangat penting dilakukan sejak awal perencanaan.
Peran Jarak Antar Gording
Jarak pemasangan antar gording sangat mempengaruhi kekuatan menopang beban atap secara optimal. Jarak terlalu jauh membuat atap melentur dan berisiko ambruk di tengah. Sebaliknya, jarak terlalu dekat memboroskan material dan biaya konstruksi yang tidak perlu. Dengan demikian, jarak ideal 80-120 cm harus dipertahankan sesuai standar konstruksi.
3. Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Gording
Kualitas Material yang Digunakan
Material berkualitas tinggi menentukan ketahanan gording terhadap beban dan cuaca jangka panjang. Kayu berkualitas rendah mudah lapuk dan dimakan rayap dalam beberapa tahun. Sementara itu, baja ringan berkualitas tahan karat hingga puluhan tahun penggunaan.
Dimensi dan Ukuran Gording
Ukuran gording harus disesuaikan dengan luas atap dan jenis penutup digunakan. Gording terlalu kecil akan patah karena tidak mampu menahan beban maksimal. Sebaliknya, ukuran terlalu besar memboroskan material dan menambah beban struktur utama.
Teknik Pemasangan yang Benar
Pemasangan gording harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan standar konstruksi. Sambungan harus kuat menggunakan baut, paku, atau las sesuai jenis materialnya. Selain itu, gording harus dipasang lurus dan sejajar untuk distribusi beban optimal. Oleh karena itu, gunakan jasa tukang berpengalaman untuk hasil pemasangan maksimal sempurna.
Kondisi Lingkungan Sekitar
Lingkungan dengan kelembaban tinggi mempercepat korosi pada gording baja atau pelapukan kayu. Daerah pantai memerlukan gording dengan perlindungan anti-karat yang lebih baik lagi. Selanjutnya, daerah rawan gempa membutuhkan gording dengan fleksibilitas dan kekuatan ekstra.
Perawatan dan Inspeksi Berkala
Gording memerlukan inspeksi rutin minimal setahun sekali untuk memastikan kondisi tetap baik. Periksa tanda-tanda korosi, retak, atau kerusakan pada sambungan dan materialnya. Selain itu, lakukan perawatan seperti pengecatan ulang atau penggantian part yang rusak.
Produk Grand Luxe dengan berbagai tipenya bisa dipesan di marketplace seperti Sopee dan Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia termasuk IKN melalui cabang Balikpapan. JIka butuh informasi terkait produk, bisa menghubungi WhatsApp berikut.
Kesimpulan
Memahami bagaimana gording bekerja sangat penting untuk keamanan struktur atap rumah. Gording berfungsi mendistribusikan beban atap secara merata ke kuda-kuda dan fondasi. Pemilihan material dan teknik pemasangan yang tepat menentukan ketahanan jangka panjang.





