Atap asbes yang dulu populer kini mulai ditinggalkan masyarakat Indonesia. Bahaya kesehatan dari serat asbes membuat orang mencari alternatif pengganti atap asbes. Berbagai material modern kini tersedia dengan teknologi yang lebih aman.
Selain itu, pilihan material pengganti menawarkan kualitas lebih baik dan tahan lama. Memilih atap yang tepat akan melindungi keluarga dari risiko kesehatan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas rekomendasi terbaik untuk mengganti atap asbes.
Kekurangan Atap Asbes untuk Rumah
1. Bahaya Kesehatan dari Serat Asbes
Pertama, serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan penyakit pernapasan serius. Kemudian, paparan jangka panjang berisiko menimbulkan kanker paru-paru pada penghuni. WHO bahkan telah mengklasifikasikan asbes sebagai bahan karsinogenik berbahaya. Dengan demikian, keselamatan keluarga menjadi taruhan jika tetap menggunakan asbes. Oleh karena itu, penggantian atap harus menjadi prioritas utama kesehatan.
2. Mudah Rapuh dan Retak
Selanjutnya, atap asbes sangat rentan pecah ketika diinjak atau tertimpa benda. Seiring waktu, material ini menjadi semakin rapuh dan mudah hancur. Bahkan, perubahan cuaca ekstrem mempercepat proses keretakan pada permukaannya. Hasilnya, biaya perbaikan terus meningkat setiap tahunnya. Terlebih lagi, risiko kecelakaan saat perbaikan juga sangat tinggi.
3. Tidak Ramah Lingkungan
Berbeda dengan material modern, asbes sulit terurai di alam. Kemudian, proses pembuangannya memerlukan penanganan khusus yang mahal. Limbah asbes mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem sekitar. Oleh karena itu, penggunaan asbes bertentangan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Selain itu, banyak negara telah melarang produksi dan penggunaan asbes.
4. Insulasi Panas yang Buruk
Atap asbes tidak mampu menahan panas matahari dengan efektif. Akibatnya, suhu ruangan di bawahnya menjadi sangat panas dan tidak nyaman. Penggunaan AC harus ditingkatkan untuk mengimbangi panas yang masuk. Dengan demikian, tagihan listrik bulanan meningkat drastis setiap bulannya. Bahkan, kenyamanan penghuni rumah terganggu sepanjang hari.
5. Estetika yang Kurang Menarik
Terakhir, tampilan atap asbes terlihat kuno dan tidak modern. Kemudian, pilihan warna dan desainnya sangat terbatas untuk arsitektur kontemporer. Nilai jual properti bisa menurun karena penggunaan material kuno ini. Oleh karena itu, renovasi atap diperlukan untuk meningkatkan daya tarik rumah. Lebih jauh lagi, investor properti menghindari bangunan dengan atap asbes.
Rekomendasi 5 Alternatif Pengganti Atap Asbes Terbaik
1. Atap uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride)
Pertama-tama, atap uPVC menjadi pilihan favorit sebagai pengganti asbes modern. Material ini sangat ringan namun memiliki kekuatan struktural yang luar biasa. Ketahanan terhadap cuaca ekstrem membuatnya awet hingga puluhan tahun. Selain itu, harganya relatif terjangkau dibandingkan material premium lainnya. Bahkan, pemasangannya sangat cepat dan tidak memerlukan keahlian khusus rumit.
2. Atap Metal (Spandek dan Galvalum)
Selanjutnya, atap metal menawarkan daya tahan superior terhadap karat dan korosi. Kemudian, bobotnya yang ringan mengurangi beban pada struktur bangunan. Pilihan warna dan finishing yang beragam meningkatkan nilai estetika rumah. Dengan demikian, atap metal cocok untuk berbagai gaya arsitektur modern. Oleh karena itu, banyak kontraktor merekomendasikan material ini untuk renovasi.
3. Atap Bitumen (Asphalt Shingles)
Atap bitumen dilapisi dengan material waterproof yang sangat efektif. Selanjutnya, tekstur permukaannya menambah dimensi estetika pada tampilan bangunan. Instalasi yang mudah membuat biaya pemasangan lebih hemat dan cepat. Hasilnya, hunian terlihat lebih elegan dengan investasi yang wajar. Terlebih lagi, perawatannya sangat minimal sepanjang masa pakai.
4. Atap Alderon (Thermoplastic Olefin)
Kemudian, Alderon menawarkan teknologi insulasi panas yang sangat efisien. Material ini mampu mengurangi suhu ruangan hingga 5 derajat Celsius. Ketahanannya terhadap bahan kimia menjadikannya ideal untuk area industri. Dengan demikian, kenyamanan termal penghuni meningkat secara signifikan. Selain itu, garansi produk mencapai 15 tahun dari pabrikan.
5. Atap Genteng Metal Pasir
Terakhir, genteng metal pasir menggabungkan kekuatan metal dengan estetika genteng tanah liat. Kemudian, lapisan pasir pada permukaannya meredam suara hujan dengan baik. Bobotnya jauh lebih ringan dibandingkan genteng keramik konvensional. Oleh karena itu, struktur bangunan tidak perlu diperkuat secara khusus. Bahkan, variasi model dan warnanya sangat beragam untuk dipilih.
Pilihan Terbaik Alternatif Pengganti Atap Asbes Gelombang
Dari ulasan tentang atap asbes tersebut, ini ada alternatif pengganti atap asbes gelombang yang sudah banyak dipilih terpercaya untuk atap hunian. Produk atap plastik Grand Luxe spandek gelombang menawarkan ketahanan karat dengan lapisan galvanis.
Material ini tersedia dalam berbagai ketebalan sesuai kebutuhan spesifik. Harga yang kompetitif membuatnya populer di kalangan masyarakat luas. Hasilnya, banyak proyek perumahan menggunakan spandek sebagai standar. Bahkan, masa pakainya bisa mencapai 20 tahun lebih.
Atap polikarbonat transparan cocok untuk area yang membutuhkan pencahayaan alami. Kemudian, kekuatan impact resistance-nya 200 kali lebih kuat dari kaca. Penggunaan di teras atau carport memberikan perlindungan sambil tetap terang.
Produk Grand Luxe dengan berbagai tipenya bisa dipesan di marketplace; Shopee & Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk IKN melalui cabang Balikpapan. Jika butuh informasi terkait produk bisa menghubungi WhatsApp berikut:
Kesimpulan
Alternatif pengganti atap asbes tersedia dalam berbagai pilihan berkualitas tinggi. Kekurangan atap asbes dari segi kesehatan dan daya tahan membuatnya harus diganti. Lima rekomendasi material seperti uPVC, metal, bitumen, Alderon, dan genteng metal pasir sangat dianjurkan.





